Empat Pusaka Pataka Majapahit Ini Hilang dari Indonesia, Ternyata Berada di Negara Lain

Empat pataka yang berada di luar negeri (ist)
Empat pataka yang berada di luar negeri (ist)

BOJONEGOROTIMES, MALANG – Banyak kerajaan-kerajaan masa lampau yang runtuh di berbagai daerah di Indonesia, meninggalkan banyak peninggalan bersejarah. Baik itu berupa candi, patung bahkan sampai pusaka-pusaka yang pernah digunakan dalam  mempertahankan kerajaan maupun untuk memperoleh kekuasaan.

Seiring berjalannya waktu beberapa di antara pusaka-pusaka peninggalan yang ada, banyak yang telah ditemukan. Namun meskipun telah ditemukan, beberapa diantaranya juga banyak yang hilang tanpa diketahui pasti kemana rimbanya.

Seperti pusaka-pusaka Kerajaan Majapahit yang hilang, bahkan sudah tak ditemukan di Indonesia berikut ini dirangkum dari sebuah channel Youtube Saiful Reno.

1. Pataka Sang Dwija Naga Nareswara.

Pataka dari Kerajaan Majapahit ini, berbentuk pataka Nagari sebagai perwujudan dari naga kembar. Pataka ini dibuat di era Kerajaan Singasari pada abad 12 sampai 13 Masehi dan diwarisi oleh Kerajaan Majapahit.

Pataka ini berbentuk tombak, dimana terbuat dari bahan dari tembaga.  Dari beberapa sumber, pataka ini, berhasil diselamatkan saat Kerajaan Singosari mengalami keruntuhan saat diserang Kerajaan Gelang-Gelang.

Kemudian, dari sekian banyak Pataka, beberapa diantaranya juga berhasil dibawa oleh Jayakatwang ke Kerajaan Gelang-Gelang. Pada Pataka ini, juga pertama kali dikibarkan bendera Majapahit yang bernama Gula Kelapa.

Namun saat ini diketahui, jika keberadaannya tidak di Indonesia, melainkan di the Metropolitan Museum of art, 1000 5th Avenue, New York, USA.

Hal ini memang cukup mengherankan. Sebab entah bagaimana caranya Pataka tersebut bisa sampai ke USA. Terlebih lagi, Amerika juga tidak mempunyai sejarah yang bersangkutan dengan Kerajaan Majapahit. Sehingga sampai saat ini hal tersebut masih menjadi sebuah pertanyaan.

2. Pataka Sang Hyang Baruna.

Tombak Pataka ini dibuat pada zaman Kerajaan Singasari pada abad 12 sampai 13 Masehi. Pataka ini salah satu yang sempat diselamatkan oleh Sangrama Wijaya. Pataka ini biasa dipasang di atas kapal yang memimpin atau mewakili sebuah rombongan ekspedisi kerajaan.

Pataka ini pertama kali dibawa oleh pasukan ekspedisi Pamalayu dan diserahkan kembali kepada Kerajaan Majapahit sebagai penerus dari Kerajaan Singhasari. Detail tombak ini sendiri, memiliki dua mata tombak kembar di atas kepala dan ekor naga.

Sama seperti dengan Pataka Sang Dwija Naga Nareswara, keberadaan Pataka tersebut juga diketahui berada di the Metropolitan Museum of art, 1000 5th Avenue, New York, USA.

Bendera atau panji-panji yang dipasang bernama Getih-Getaj Samudra, dimana berbentuk lima garis merah dan empat garis putih. Bendera ini juga dipakai oleh TNI AL pada kapal-kapal perang mereka.

3. Pataka Sang Padmanaba Wiranagari

Tombak Pataka Nagari Kerajaan Majapahit ketiga adalah Pataka Sang Padmanaba Wiranagari. Pada kain yg terbuat dari bahan tembaga dan bermakna sang padmanaba wiranagari atau teratai kemuliaan pembelaan negeri.

Sama seperti halnya Pataka-Pataka sebelumnya, Pataka ini juga dibuat pada abad 12 sampai 13 Masehi. Pada Pataka inilah, pertama kali Kerajaan Majapahit memasang lambang kerajaan.

Pataka ini merupakan pataka yang sebelumnya dibawa oleh Jayakatwang Kediri namun berhasil direbut kembali oleh para Senopati Singasari pada ekspedisi Pamalayu.

Sebelumnya, para pasukan Singasari merasa terluka dan sakit hati karena saat kerajaan diruntuhkan oleh Jayakatwang, mereka saat itu tidak berada di tempat. Sehingga tidak bisa melakukan perlawanan.

Dalam Ekspedisi Pamalayu, para Senopati berhasil merebut kembali 5 panji Pataka. Peninggalan Singasari yang ada di Daha, 5 pataka Singashari tersebut, akhirnya dibawa pulang yang itu juga merupakan peneguhan sikap kerabat di wilayah Daha bahwa Majapahit adalah bentuk Singasari yang sah dan penerua Raja Sawangsa.

Sama seperti dengan Pataka Sang Dwija Naga Nareswara dan Pataka lainnya, keberadaan Pataka tersebut juga diketahui berada the Metropolitan Museum of art, 1000 5th Avenue, New York, USA.

4. Pataka Hyang Naga Amawabhumi.

Pataka ini berbentuk tombak naga dengan bahan tembaga yang dikenal dengan sebutan Sanghyang Naga Amawabhumi atau berarti naga penjaga keadilan. Mereka yang memiliki Pataka ini, berarti harus mempunyai sikap seperti dalam Mukadimah Kutara Manawa.

Dalam Mukadimah Kutara Manawa atau undang-undang zaman Majapahit ditegaskan bahwa seorang Amawabhumi teguh hatinya dalam menetapkan besar kecilnya denda, jangan sampai salah. Jangan sampai orang yang bertingkah salah luput dari tindakan. Itulah kewajiban dark sang Amawabhumi jika mengharapkan kerahayuan negaranya.

Pataka ini juga diboyong dan diselamatkan oleh Sangrama Wijaya saat Singosari diserang.

Keberadaan Pataka ini, lagi-lagi diketahui juga berada the Metropolitan Museum of art, 1000 5th Avenue, New York, USA.

Hal ini tentunya juga merupakan ironi. Sebab antara Amerika dengan Kerajaan Majapahit, dan kerajaan lainnya tak mempunyai silsilah apapun.

Sehingga sangat disayangkan jika peninggalan bersejarah kerajaan tanah Jawa bisa berada di luar negeri.

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bojonegorotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bojonegorotimes.com | marketing[at]bojonegorotimes.com
Top