Kota Malang Berupaya Pertahankan Gelar Kota Sehat Lewat Lomba Ini

Tim juri yang melakukan penilaian dan verifikasi di beberapa kelurahan (Ist)
Tim juri yang melakukan penilaian dan verifikasi di beberapa kelurahan (Ist)

BOJONEGOROTIMES, MALANG – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Kecamatan Sehat untuk membangun Kota Malang menjadi kota sehat, sekaligus mempertahankan gelar Swati Saba Wistara. Gelar tersebut merupakan gelar tertinggi yang diberikan bagi kota atau kabupaten yang dianggap sehat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah, dengan mengadakan  Lomba Kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat tahun 2019. Dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh 57 Kelurahan yang ada di Kota Malang.

Ketua Panitia Lomba Kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Kelurahan Sehat tahun 2019, yang juga Ketua Forum Kecamatan Sehat, Samsul Hadi menjelaskan, jika saat ini, 57 kelurahan se-Kota Malang tersebut telah dilakukan penilaian dan verifikasi oleh tim juri. Juga  telah diputuskan nilai atau skor dari masing-masing kelurahan.

"Kegiatan ini memang dilatari sebagai upaya mepertahankan gelar yang paling tinggi Swati Saba Wistara yang telah diraih Kota Malang tiga kali berturut--turut. Ini yang keempat kalinya akan dipertahankan," jelas Samsul,  (29/3/2019).

Lanjutnya, dalam perlombaan tersebut, indikator penilaiannya beberapa di antaranya adalah adanya fasilitasi dari pihak kelurahan terhadap kelembagaan Pokja. Kemudian administrasi terkait dengan program Sanitasi, dimana target Open Defection Free (ODF) atau bebas dari hutang air besar tidak dijamban.

"Nah fasilitasi kelurahan ini, mulai dari penyedia, sarpras, kesekretariatan, data-data Pokja sehat, media komunikasi atau medsos. Harus ada juga program sanitasi dan program yang akan dilaksanakan pada tahun selanjutnya. Untuk ODF nya sendiri, capaiannya harus 100 persen, " bebernya

Sementara itu, saat ini, 57 kelurahan telah melalui penilaian dari tim juri, dimana dari 57 kelurahan tersebut terjaring enam besar kelurahan yang memiliki skor penilaian tinggi. Enam kelurahan tersebut yakni Kelurahan Purwantoro, Kelurahan Karangbesuki, Kelurahan Bandungrejosari, Kelurahan Kasin, Kelurahan Lesanpuro dan Kelurahan Kauman.

"Untuk kelurahan yang nilainya terendah, itu artinya dari indikator hampir semua tak terpenuhi. Yang misalkan ada 15 indikator itu harusnya disupport oleh lurah. Namun  nampaknya disini nggak ada semua. Sehingga nilainya kita isi apa adanya," jelasnya

Sementara itu, terkait rendahnya nilai beberapa kelurahan, dijelaskan Samsul, bisa saja dalam hal pembinaan kelembagaan pokja masih kurang. Selain itu, faktor lainnya adalah respon dari masyarakat yang juga kurang, termasuk kurang ada kepedulian terhadap progam pemerintah, baik itu program Walikota maupun program Nasional.

"Padahal ini menjadi titik program nasional, kalau lurah nggak membantu ya artinya lurah nggak dukung program pemerintah. Untuk hasil skor dari seluruh kelurahan nantinya akan di publikasikan saat HUT Kota Malang. Sehingga biar pemerintah tau, dan kelurahan yang bersangkutan bisa memperbaiki program-program yang mendukung Kota Malang menjadi kota sehat. Sementara itu mereka yang menjadi enam besar akan mendapatkan piala penghargaan dan juga uang pembinaan,"pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bojonegorotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bojonegorotimes.com | marketing[at]bojonegorotimes.com
Top