Surat Suara di Malaysia Tercoblos, Aktivis Hukum Ini Minta Paslon 01 Didiskualifikasi

Surat suara Pemilu 2019 rusak (Merdeka.com)
Surat suara Pemilu 2019 rusak (Merdeka.com)

BOJONEGOROTIMES, MALANG – Kasus surat suara tercoblos di Malaysia yang kini sedang diusut oleh kepolisian dari Republik Indonesia (Polri) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) juga dilaporkan kepada Bawaslu oleh aktivis hukum Eggi Sudjana dan meminta pasangan calon (paslon) 01 Jokowi-Ma'ruf didiskualifikasi.

Pemilihan umum (pemilu) serentak mulai dilakukan di berbagai negara di luar negeri. Beberapa warga negara Indonesia melakukan hak pilihnya untuk memilih calon pemimpin negeri untuk lima tahun kedepan.

Akan tetapi, di Malaysia ada sesuatu yang membuat situasi Pemilu 2019 ini sedikit memanas, yakni diduga adanya surat suara yang sudah tercoblos sebelumnya.

Aktivis hukum Eggi Sudjana melalui kuasa hukumnya Putra Romadhoni mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan ke Bawaslu terkait surat suara tercoblos di Malaysia. Dan ia meminta agar paslon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf didiskualifikasi.

"Dasar hukum laporan tersebut kepada terlapor karena yang pertama yaitu kelalaian dari penyelenggara pelaksana pemilu. Yang kedua, kami menduga adanya di sini suatu jual beli suara yang terstruktur dan tersistematik masif seperti pernyataan dari Bawaslu," ujar Pitra Romadhoni seperti yang dikutip dari trending #pemilu2019 di media sosial Instagram.

Setidaknya, ada 7 pihak yang dilaporkan oleh Eggi Sudjana melalui kuasa hukumnya Pitra Romadhoni.

1. Duta besar Republik Indonesia di Malaysia
2. Panitia pemilihan umum luar negeri di Malaysia
3. Kelompok penyelenggara pemungutan suara luar negeri di Malaysia
4. Panitia pengawas Pemilu luar negeri di Malaysia
5. Komisi Pemilihan Umum (KPU) 
6. Calon Presiden nomor urut 01
7. Calon legislatif (caleg) Partai Nasdem David Kirana dan Ahmad

"Untuk itu, karena yang tercoblos memang nomor urut 01 dan caleg dari Partai Nasdem, klien kami menginginkan agar saudara Jokowi didiskualifikasi. Dan yang kedua, caleg Partai Nasdem yang sudah tercoblos segera diusut tuntas dan segera ditindaklanjuti dengan tindakan hukum," papar Pitra.

Waktu pencoblosan di Malaysia sendiri sudah dilakukan mulai Minggu (14/4/2019) hingga waktu pemilihan tutup pukul 18.00 waktu Malaysia. 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bojonegorotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bojonegorotimes.com | marketing[at]bojonegorotimes.com
Top