Terjadi Pengerasan Pada Bagian Jari, Petugas Kesulitan Ambil Sidik Jari Korban Mutilasi

Kondisi korban mutilasi yang ditemukan (ist)
Kondisi korban mutilasi yang ditemukan (ist)

BOJONEGOROTIMES, MALANG – Mayat korban mutilasi menjadi enam bagian di parkiran lantai dua Pasar Besar Kota Malang, masih diautopsi oleh petugas di kamar mayat RSSA Kota Malang. Upaya autopsi yang dilakukan petugas sejak sore tadi sampai saat ini, masih belum membuahkan hasil.

Petugas saat ini masih mengalami kendala saat mengambil sidik jari korban untuk mengungkap identitasnya. Sebab, sidik jari korban tidak bisa terdeteksi oleh alat pemindai.

Hal itu disebabkan, karena kondisi potongan tangan korban sudah mulai mengeras, sehingga struktur dari sidik jari korban tidak terdeteksi. "Karena kondisinya sudah mengeras, makanya sulit untuk terdeteksi," ungkap Kanit Inafis Polres Malang Kota, Ipda Subandi di sela autopsi kepada malangtimes.com.

Lanjutnya, untuk itu, pihaknya saat ini masih berupaya untuk bisa melakukan pendeteksian terhadap sidik jari korban.
Pihaknya berupaya untuk mengelupas kulit agar bisa diambil sidik jarinya.

"Nantilah, kita tunggu satu sampai dua jam lagi. Masih menunggu diinjeksi mungkin beberapa jam lagi kembali normal. Saya injeksi dulu baru kalau tidak bisa saya rendam. Karena nanti bisa mengelupas kulit arinya kan," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Subandi, jika pengerasan yang terjadi, karena memang pada bagian jari tidak mengalami pembusukan. Dan apakah itu ada proses kimia atau tidak, pihaknya mengaku belum mengetahui. "Jarinya mengering, tapi kalau tubuhnya membusuk. Belum bisa. Usia juga belum, nanti setelah autopsi bisa, dilihat dari anatomi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, temuan mayat yang dimutilasi di Pasar Besar, menggemparkan para pedagang Pasar Besar. Enam bagain tubuh korban yang diketahui berjenis kelamin wanita, ditemukan di dua tempat, yakni di bawah tangga dan juga di dalam kamar mandi.

Sejumlah barang yang diduga terkait dengan kasus tersebut, juga diamankan petugas. Terdapat sebuah tangan manekin, sebuah tulisan yang ditulis dengan warna merah.

Selain itu, kasus mutilasi tersebut semakin menjadi tanya besar, saat pada kedua telapak kaki korban ditemukan sebuah tulisan yang sulit untuk dipahami maksudnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bojonegorotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bojonegorotimes.com | marketing[at]bojonegorotimes.com
Top