Operasi Ketupat 2019, 9 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan

Kanit lantas Polres Tulungagung,  Iptu Dion Fitri yanto (ist)
Kanit lantas Polres Tulungagung, Iptu Dion Fitri yanto (ist)

BOJONEGOROTIMES, TULUNGAGUNG – 9 orang meninggal dunia dalam kecelakaan selama operasi ketupat semeru Polres Tulungagung. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 6 korban tewas.

Meski demikian ada penurunan angka kecelakaan yang signifikan dalam operasi ketupat tahun ini. Tahun lalu terjadi 21 kecelakaan, sedang tahun ini terjadi 12 kecelakaan.

“Dari 12 kecelakaan ada 9 korban meninggal dunia,” ujar Kanit Lantas Polres Tulungagung, Iptu Dion Fitriyanto.

Turunya angka kecelakaan ini, kata Dion menandakan proses pendidikan kelalulintasan di masyarakat bisa dianggap berhasil. 

Selain itu penegkan hukum berpengaruh banyak terhadap penurunan angka kecelakaan.

“Ketika tidak pakai helm kita tindak, sehingga masyarakat sadar diri dan mematuhi rambu lalu lintas,” tutur pria ramah itu.

Kecelakaan masih terjadi di black spot (daerah rawan kecelakaan lalu lintas) yang berada di sepanjang jalan raya Ngantru.

Pelaku kecelakaan masih didominasi oleh usia produktif atau rentang usia 16-30 tahun. Tren itu terjadi sejak 2018 lalu.

Di tahun 2018 ada 16 pelaku kecelakaan yang masuk rentang usia 16-30. Untuk tahun ini ada 5.

“5 ini sudah yang paling banyak, untuk usia lainya antara 30-40 hanya 1,” terang Dion.

Dari kesimpuan sementara, angka kecelakaan yang masih didominasi oleh usia produktif disebabkan kedisiplinan yang kurang, seperti melanggar peraturan lalu lintas.

“Kurang sopan santun di jalan, ugal-ugalan sehingga terjadi kecelakaan itu,” terangnya lebih lanjut.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bojonegorotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bojonegorotimes.com | marketing[at]bojonegorotimes.com
Top