Skematik rencana pembangunan SPAM Lesti yang ditarget mulai dikerjakan di tahun ini untuk menihilkan daerah rawan air bersih di Malang Selatan (dd nana)
Skematik rencana pembangunan SPAM Lesti yang ditarget mulai dikerjakan di tahun ini untuk menihilkan daerah rawan air bersih di Malang Selatan (dd nana)

Konsentrasi penuh Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang mengatasi daerah-daerah rawan kekurangan air bersih, khususnya di Malang Selatan, terus ditingkatkan.

Rencana pembangunan pengolahan air bersih dengan mengolah air permukaan sungai Lesti pun telah kelar dibuat. Dengan target seluruh tahap persiapan kegiatan, yakni dokumen kontrak kerjasama dengan pihak ketiga, terselesaikan di Juni 2020.

Hal ini dipertegas oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Syamsul Hadi, yang menyatakan, pihaknya konsen untuk mengentaskan daerah rawan air bersih di Malang Selatan. 

"Setelah studi replikasi di Banjarbaru, Banjarmasin, beberapa waktu lalu, kita langsung menindaklanjuti hasilnya dengan berbagai persiapan untuk pembangunan pengolahan air bersih dengan memanfaatkan air permukaan Sungai Lesti," ucapnya, Senin (24/2/2020) di ruang kerjanya.

Seperti diketahui, kebutuhan air bersih di Malang Selatan, khususnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak, Donomulyo, dan Kalipare kerap terkendala di musim kemarau panjang. Dimana, untuk pemenuhan air bersih sehari-hari, yang biasanya dipenuhi melalui mata air dan sumur bor tak bisa mengatasinya. Pasalnya di musim kemarau panjang, mata air dan sumur bor mengering dan mati.

Dengan jumlah penduduk di enam kecamatan sekitar 112.354 kepala keluarga (KK), kondisi itu membuat Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang bergerak untuk mencarikan solusi tepatnya.

"Satu yang kita serius adalah dengan pembangunan instalasi pengolahan air yang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga nantinya. Targetnya tahun ini bisa dimulai proyek pengentasan air bersih di Malang Selatan," ujar Syamsul.

Pelibatan pihak ketiga sekaligus skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), menjadi pilihan untuk mewujudkan hal itu. Pasalnya, dari perhitungan pengeluaran modal atau belanja modal (capital expense/Capex) di Sungai Lesti dengan kapasitas 500 lps membutuhkan anggaran Rp 331,8 miliar dengan skema pembangunan IPA dan pipa distribusinya. 

Bila memakai skema tanpa pipa distribusi, maka Capex-nya jatuh Rp 198,7 miliar. Nilai Capex ini berpengaruh pada harga jual air baku yang telah dikelola dan siap didistribusikan ke masyarakat di 6 wilayah kecamatan dengan perkiraan calon pelanggan mencapai 65.486 SR (sambungan rumah).

"Bila pakai skema 1 tarifnya bisa sampai Rp 3.491 per meter kubik. Sedangkan skema 2 dimungkinkan sampai Rp 2.250 per meter kubik-nya," ujar Syamsul.

Tak ingin terlalu tinggi menjual air bersih ke masyarakat dikarenakan adanya tugas pokok pelayanan juga. Perumda Tirta Kanjuruhan pun memilih mempergunakan skema KPBU dan kerjasama dengan pihak ketiga atau investor.

Dimana, untuk pengolahan air sungai dilakukan oleh investor, sedangkan jaringan dan distribusinya dilakukan oleh pihaknya dengan bantuan anggaran pemerintah. Baik melalui APBN maupun APBD Kabupaten Malang sebagai bagian dari menjalankan amanah terkait pelayanan dasar berupa air bersih ke masyarakat.

"Kita tak ingin jatuhnya tarif tinggi. Karena itu kita pakai skema-skema yang bisa membuat tujuan tercapai yaitu menyelesaikan persoalan rawan air bersih di Malang Selatan. Tanpa menghilangkan sisi bisnis sebagai perusahaan," ujarnya.

Pihaknya juga optimis hal ini bisa diwujudkan. Dengan potensi air baku Sungai Lesti dengan debit 500 meter kubik per detik akan mampu melayani 4 wilayah kecamatan di Malang Selatan dari enam wilayah yang direncanakan memanfaatkan Sungai Brantas. Yakni, di Kecamatan Donomulyo dan Kalipare, dengan debit air baku Sungai Brantas sekitar 740 meter kubik per detik.

"Kita optimis seperti yang juga diperlihatkan Pak Bupati saat berkunjung ke Banjarbaru untuk melihat pengolahan air baku sungai menjadi air bersih. Tahun ini target kita proyek bisa dimulai," tandasnya.