Viral video pria nangis jual blender demi beli beras. (Foto: screenshoot Facebook)
Viral video pria nangis jual blender demi beli beras. (Foto: screenshoot Facebook)

Kesan terhadap sosok pria yang dicitrakan tangguh dan kuat menahan perasaan langsung pupus saat melihat video pria menangis yang tengah viral.

Pria itu di diketahui menjual blender miliknya di pinggir jalan demi untuk membeli beras.

Baca Juga : Sempat Tertunda, Bantuan Langsung Tunai Cair di 126 Desa di Kabupaten Malang

Video tersebut awalnya diunggah oleh akun Facebook Dendy Ardian P, Rabu (20/5/2020).

Tampak dalam video tersebut, seorang pria yang menawarkan blender miliknya kepada pengendara yang lewat.  

Pria tersebut mengaku menjual blender untuk makan.

"Untuk makan, untuk anak istri saya makan," ujarnya sambil menangis. 

Melihat itu, lantas ada pejalan kaki yang mengeluarkan uang senilai Rp 100 ribu untuk diberikan kepada pria itu.

Pejalan kaki tersebut meminta agar pria tersebut menyimpan blendernya.

Sontak saja, tangis pria tersebut langsung pecah karena mendapat uang dari salah seorang pejalan kaki.

Dilansir melalui Kompas.com, pria tersebut diketahui bernama Sujono warga Desa Pojok Sari, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.  

 

Viral Video Pria Jual Blender Bekas Sambil Nangis di Pinggir Jalan, Tak Punya Uang untuk Beli Beras
Screenshoot Facebook



Sujono mengungkapkan alasan mengapa ia sampai menjual blender bekas miliknya.

Ia mengaku karena sudah tak ada uang untuk membeli beras.

Saat ditelusuri, Sujono berprofesi sebagai pedagang pentol keliling.

Baca Juga : Antisipasi Pemudik, Bupati Kediri Bersama Forkopimda Gelar Patroli Gabungan

Sayangnya karena ada wabah Covid-19 ini, ia sudah tiga bulan tidak berjualan sehingga tak mendapatkan penghasilan. 

“Sudah tidak mempunyai uang untuk beli beras. Barang yang bisa dijual ya hanya blender,” ujar Sujono.

Selama tak berjualan pentol, Sujono kini alih profesi sebagai pengumpul kayu bakar.

Dari pekerjaan itu ia mengatakan bisa laku senilai Rp 10 ribu atau terkadang Rp 5 ribu.

Diakuinya, hingga kini Sujono masih belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Padahal diketahui, ia tergolong dari keluarga kurang mampu.